SERAH TERIMA JABATAN

Prosesi Serah Terima Jabatan Pengurus IPM

KBI ke-XII 2013

Berkotor-kotaran Di KBI Ke XII

IDUL ADHA

Serah Terima Hewan Qurban Kepada PCM Lebakbarang

Kegiatan IPM

Saat Khotbah Idul Adha 2012

Kegiatan IPM

Pembagian Daging Qurban Ke Warga Sekitar SMK Muh Kajen

KBI XI

Suasana KBI Ke XI IPM SMK Muhammadiyah Kajen

KBI XI

Suasana KBI Ke XI IPM SMK Muhammadiyah Kajen

KBI XI

Suasana KBI Ke XI IPM SMK Muhammadiyah Kajen

REFRESHING

Kegiatan Refreshing Dengan pembina Drs. SUTONO

REFRESHING

Kegiatan Refreshing Dengan pembina Drs. SUTONO

IPM Tahun 2010

Haking Ke Curug Cindai

IPM Tahun 2010

Haking Ke Curug Cindai

SMK Muh Kajen Pekalongan

Gedung SMK Muh Kajen Kab. Pekalongan

Gedung SMK Muh Kajen Pekalongan

Gedung SMK Muh Kajen Kab. Pekalongan

Tuesday, February 19, 2013

SEJARAH PANJANG IPM Part 1


SEJARAH IPM - Menengok sejarah IPM-IRM membuah semangat perjuangan serasa tumbuh kembali. Betapa tidak, perjuangan yang telah dirasakan oleh para pendahulu IPM begitu sangat luar biasa, pergelutan dengan keadaan intern dan politik menorehkan hasil yang sangat memuaskan.

Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) merupakan metamorfosis dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang berdiri tahun 1961. Interpretasi sejarah bisa jadi berbeda-beda dalam memandang perubahan nama dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke Ikatan Remaja Muhammadiyah. Namun, proses sejarah organisasi ini memang tidak sederhana.Latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas kaitannya dengan latar belakang berdirinya Muham-madiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi mungkar yang ingin melakukan pemurnian terhadap pengamalan ajaran Islam, sekaligus sebagai salah satu konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader. Oleh karena itulah dirasakan perlu hadirnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar yang terpanggil kepada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung penyempurna perjuangan Muhammadiyah.Jika dilacak jauh ke belakang, sebenarnya upaya para pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah sudah dimulai jauh sebelum Ikatan Pelajar Muhammadiyah berdiri pada tahun 1961.

Pada tahun 1919 didirikan Siswo Projo yang merupakan organisasi persatuan pelajar Muham-madiyah di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pada tahun 1926, di Malang dan Surakarta berdiri GKPM (Gabungan Keluarga Pelajar Muham-madiyah). Selanjutnya pada tahun 1933 berdiri Hizbul Wathan yang di dalamnya berkumpul pelajar-pelajar Muhammadiyah.Setelah tahun 1947, berdirinya kantong-kantong pelajar Muhammadiyah untuk beraktivitas mulai mendapatkan resistensi dari berbagai pihak, termasuk dari Muhammadiyah sendiri.

Pada tahun 1950, di Sulawesi (di daerah Wajo) didirikan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, namun akhirnya dibubarkan oleh pimpinan Muhammadiyah setempat. Pada tahun 1954, di Yogyakarta berdiri GKPM yang berumur 2 bulan karena dibubarkan oleh Muhammadiyah. Selanjutnya pada tahun 1956 GKPM kembali didirikan di Yogyakarta, tetapi dibubarkan juga oleh Muhammadiyah (yaitu Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah). Setelah GKPM dibubarkan, pada tahun 1956 didirikan Uni SMA Muhammadiyah yang kemudian merencanakan akan mengadakan musyawarah se-Jawa Tengah.

Akan tetapi, upaya ini mendapat tantangan dari Muhammadiyah, bahkan para aktifisnya diancam akan dikeluarkan dari sekolah Muhammadiyah bila tetap akan meneruskan rencananya. Pada tahun 1957 juga berdiri IPSM (Ikatan Pelajar Sekolah Muhammadiyah) di Surakarta, yang juga mendapatkan resistensi dari Muhammadiyah sendiri. Resistensi dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah, terhadap upaya mendirikan wadah atau organisasi bagi pelajar Muhammadiyah sebenarnya merupakan refleksi sejarah dan politik di Indonesia yang terjadi pada awal gagasan ini digulirkan. Jika merentang sejarah yang lebih luas, berdirinya IPM tidak terlepas kaitannya dengan sebuah background politik ummat Islam secara keseluruhan.
Ketika Partai Islam MASYUMI berdiri, organisasi-organisasi Islam di Indonesia merapatkan sebuah barisan dengan membuat sebuah deklarasi (yang kemudian terkenal dengan Deklarasi Panca Cita) yang berisikan tentang satu kesatuan ummat Islam bahwa :
  • Ummat Islam bersatu dalam satu partai Islam, yaitu Masyumi;
  • Satu gerakan mahasiswa Islam, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI);
  • Satu gerakan pemuda Islam, yaitu Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII);
  • Satu gerakan pelajar Islam, yaitu Pelajar Islam Indonesia(PII);
  • Satu Kepanduan Islam, yaitu Pandu Islam (PI).

Kesepakatan bulat organisasi-organisasi Islam ini tidak dapat bertahan lama, karena pada tahun 1948 PSII keluar dari Masyumi yang kemudian diikuti oleh NU pada tahun 1952. Sedangkan Muhammadiyah tetap bertahan di dalam Masyumi sampai Masyumi membubarkan diri pada tahun 1959. Bertahannya Muhammadiyah dalam Masyumi akhirnya menjadi mainstream yang kuat bahwa deklarasi Panca Cita hendaknya ditegakkan demi kesatuan ummat Islam Indonesia. Di samping itu, resistensi dari Muhammadiyah terhadap gagasan IPM juga disebabkan adanya anggapan yang merasa cukup dengan adanya kantong-kantong angkatan muda Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyi'atul Aisyiyah, yang cukup bisa mengakomodasikan kepentingan para pelajar Muhammadiyah.

Dengan kegigihan dan kemantapan para aktifis pelajar Muhammadiyah pada waktu itu untuk membentuk organisasi kader Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mulai mendapat titik-titik terang dan mulai menunjukan keberhasilanya, yaitu ketika pada tahun 1958 Konferensi Pemuda Muhammadiyah Daerah di Garut berusaha melindungi aktifitas para pelajar Muhammadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muham-madiyah.

Mulai saat itulah upaya pendirian organisasi pelajar Muhammdiyah dilakukan dengan serius, intensif, dan sistematis. Pembicaraan-pembicaraan mengenai perlunya berdiri organisai pelajar Muhammadiyah banyak dilakukan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muham-madiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan keputusan konferensi Pemuda Muham-madiyah di Garut tersebut akhirnya diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta, yaitu dengan memutuskan untuk membentuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Keputusan II/No. 4). Keputusan tersebut di antaranya ialah sebagai berikut :
  • Muktamar Pemuda Muhammadiyah meminta kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendi-dikan dan Pengajaran supaya memberi kesempatan dan menyerahkan kompetensi pemben-tukan IPM kepada PP Pemuda Muhammadiyah.
  • Muktamar Pemuda Muhammadiyah mengama-natkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muham-madiyah (IPM) dari pembahasan-pembahasan muktamar tersebut, dan untuk segera dilaksanakan setelah mencapai kesepakatan pendapat dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendi-dikan dan Pengajaran.


    sumber : http://muh-movement.blogspot.com/

Blangko KTA

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Para kader Muhammadiyah, ada kah para pembaca yang anggota IPM di soklah, desa mau pun Daerah masing-masing ? kalau sudahpastinya punya kan KTA IPM ? hhmmm ada yang belum ? padahal penting juga lochh. Kali ini saya akan berbagi blangko pembuatan KTA IPM.
biaya nya tidak mahal, cuma dengan Rp. 15.000 sudah bisa membuatnya, kalo masih butuh informasinya lebih lengkap saya kasih Contact Person sekalian...

Informasi : WIDIA (0856 287 2449) / widia_imuteindia@yahoo.com

Biaya Administrasinya dikirim melalui Rekening BNI 46 Yogyakarta : an PP IPM No Rek 0212711684

download Blangko KTA 

Sekian postingan saya

PEDOMAN ADMINISTRASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

SURAT KEPUTUSAN
No. 02-SK/PP IPM-018/2010

TENTANG
PEDOMAN ADMINISTRASI
IKATAN PELAJAR MUHAMMDIYAH

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 
  1. kesekretariatan  adalah  kegiatan/aktivitas organisasi yang  berkaitan dengan  ketatausahaan dan surat-menyurat organisasi.
  2. Surat khusus adalah surat yang memiliki bentuk tersendiri dengan tidak ada pencantuman nomor, lampiran dan hal di bagian kiri surat, malainkan pecantuman jenis surat di bagian tengah dan digunakan untuk kepentingan tertentu, meliputi surat keputusan, surat instruksi, surat mandat dan surat keterangan.
  3. Administrasi perbekalan adalah kegiatan atau aktifitas organisasi yang menyangkut bidang  pengadaan barang-barang organisasi/kantor, pemeliharaan, dan pengelolaan termasuk  kearsipan.


Selengkapnya DOWNLOAD SINI

Semoga Bermanfaat...

Monday, January 21, 2013

FOTO MLOLOR part 1

Ne gua share poto-poto kegiatan mlolor, seru-seru deh pokoknya.
Ketua Mlolor Lagi berunding

Peserta Acara Lagi Isi Daftar Hadir

Namanya juga ketua Mlolor

Moderator Acara

Para Peserta

Lagi sambutan ketua panitia

Sambutan Ketua Mlolor

Nah ne para mlolor

Generasi GEGANA lagi sambutan

Nah toe KOMANDAN (sebelah kiri)

Add caption





































































maaf kalo ada foto yang gag bagus, maklum ane share apa adanya !